Serangan Udara Memanas, Pemimpin Houthi Ancam AS dan Inggris Akan Segera Menyadari Kebodohan Terbesar Mereka : Okezone News

YAMAN – Seorang pemimpin Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, mengancam bahwa Amerika Serikat (AS) dan Inggris akan segera menyadari bahwa serangan terhadap Yaman adalah kebodohan terbesar dalam sejarah mereka.

“Amerika dan Inggris melakukan kesalahan dalam melancarkan perang terhadap Yaman karena mereka tidak mengambil manfaat dari pengalaman mereka sebelumnya,” tulisnya di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.





   

“Setiap individu di dunia ini dihadapkan pada dua pilihan. Entah mendukung para korban genosida atau mendukung para pelakunya,” lanjutnya.

Seperti diketahui, militer AS dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap beberapa sasaran Houthi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi pada Kamis (11/1/2024).

Seorang pejabat AS dan Inggris mengatakan kepada CNN, serangan tersebut berasal dari jet tempur dan rudal Tomahawk.

Pejabat AS mengatakan lebih dari selusin target Houthi dihantam oleh rudal yang ditembakkan dari udara, permukaan, dan sub-platform dan dipilih karena kemampuan mereka untuk melemahkan serangan berkelanjutan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Pasukan AS dan sekutunya menyerang lebih dari 60 sasaran di 16 lokasi yang digunakan oleh pemberontak Houthi di Yaman.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/1/2024) malam mengatakan serangan ini termasuk pusat komando dan kontrol, depot amunisi, sistem peluncuran, fasilitas produksi dan sistem radar pertahanan udara.

Lebih dari 100 amunisi berpemandu presisi digunakan dalam serangan tersebut.

Baca Juga  Berkat KRIS, Peserta BPJS Kesehatan Kelas 3 Bakal Rasakan Ruangan AC Maksimal 4 Orang : Okezone health

“Kami tetap berkomitmen kepada mitra penting kami di seluruh Timur Tengah untuk mempertahankan diri dari kelompok milisi yang didukung Iran, termasuk militan Houthi, dan ancaman yang mereka timbulkan terhadap keamanan dan stabilitas regional,” kata Komandan Pusat Angkatan Udara AS Letjen Alex Grynkewich.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *