Sejarah Berdirinya Sayap Militer Al Qassam Hamas dan Kekuatan Militer : Okezone News

JAKARTA – Mengupas sejarah berdirinya sayap militer Al Qassam Hamas yang melakukan serangan ke negara Israel pada 6 Oktober 2023 kemarin.

Akibatnya beberapa wilayah Israel seperti Tel Aviv, Haifa, dan Beersheba sempat lumpuh dan berhasil ditaklukan oleh Al Qassam Hamas. Tidak hanya itu saja bebeapa markas tentara dan nuklir Israel juga lumpuh kaena perbuatan sayap militer Al Qassam Hamas yang berada di wilayah Palestina.




Berikut sejarah berdirinya sayap militer Al Qassam Hamas:

Brigade Izzuddin al-Qassam untuk pertama kalinya didirikan dibawah pimpinan Mohammed Deif dan wakilnya Marwan Issa pada tahun 1991. Brigade Qassam adalah cabang militer Hamas yang berlokasi di Gaza. Mereka memainkan peran penting dalam serangan Hamas terhadap Israel dan dalam pertempuran saat ini.

Dengan begitu dapat dipastikan bahwa kelompok militan Hamas antara lain ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS dan Eropa. Brigade Qassam adalah sayap militer Hamas.

Menurut buku fakta CIA yang dilansir melalui laman DW, kumpulan sayap militer Al Qassam Hamas mempunyai antara 20.000 dan 25.000 pejuang meskipun angka tersebut tidak mungkin diverifikasi secara independen.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


Tidak hanya itu saja, Brigade Al-Qassam juga memiliki persediaan senjata otomatis ringan, granat, mortir, roket rakitan, bom, sabuk bunuh diri, dan bahan peledak. Pasukan ini juga terlibat dalam pelatihan bergaya militer yang berlangsung di Gaza dan memiliki berbagai peluru kendali anti-tank

Baca Juga  5 Tempat wisata kolam berenang di Jakarta Selatan 2023

Sampai saat ini sayap militer Al Qassam Hamas saat ini telah menyandera sebanyak 240 orang di Gaza.

Lalu terkait pemberian nama Al-Qassam rupanya terinspirasi dari sosok seorang ulama dan reformis sosial yang yakin bahwa satu-satunya cara untuk mengusir kekuatan kolonial Eropa dari Timur Tengah adalah dengan kekerasan. Akan tetapi dibunuh oleh polisi Inggris pada tahun 1935.

 (RIN)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *