Pria Ini Alami Infeksi hingga Koma Gegara Cabut Bulu Kemaluan, Kok Bisa : Okezone health

PENGALAMAN mengerikan sempat dialami oleh seorang pria bernama Steven. Pasalnya, warga asal Amerika Serikat ini sampai mengalami koma hanya karena mencabut bulu kemaluan di selangkangannya.

Sepsis tersebut bermula saat Steven mencoba mencabut rambut yang tumbuh ke dalam (ingrown hair) yang ada di selangkangan. Sayangnya, rambut itu menimbulkan infeksi hingga sepsis dan mempengaruhi kondisi jantungnya.

Saudara Steven, Michelle, menyebut bahwa dokter mengatakan infeksi tersebut telah merusak jantungnya. Sebenarnya, Steven harus menjalani operasi untuk menyelamatkan jantungnya. Namun, kondisi jantung yang terlalu kritis membuat dokter mengurungkan rencana tersebut, terlebih Steven telah dinyatakan mati otak.

Bahkan, dokter sempat menyebut, kesempatannya bertahan hidup hanya empat persen. Setelah serangkaian prosedur yang dijalani dan Steven koma hingga sebulan, Steven seketika terbangun dari koma.

Peristiwa yang dialami Steven ini bagai keajaiban lantaran saat terbangun, Steven diketahui tak mengalami kerusakan otak dan saat ini sudah hampir sembuh total. Pihak keluarga tentu sangat bahagia. Pasalnya, Steven sempat sakit hingga sebulan sebelum dirawat di rumah sakit.

“Dia ditolak di berbagai rumah sakit karena mengira kondisinya hanya rekaan belaka. Dia bahkan muntah darah, namun pihak rumah sakit saat itu tetap menyuruhnya pulang,” ujar Michelle, dilansir dari laman Dailymail, Minggu (24/3/2024).

Steven sendiri didiagnosis menderita sepsis yang berpotensi fatal akibat infeksi tersebut pada akhir 2022. Saat ini, Steven sudah kembali ke rumah, bisa berjalan, berbincang, dan perlahan menjalani kegiatan seperti sedia kala.

Sepsis adalah reaksi ekstrim sistem kekebalan tubuh terhadap suatu infeksi. Dijuluki ‘pembunuh diam-diam’, penyakit ini dapat dengan cepat memicu sejumlah komplikasi yang mengancam jiwa termasuk kegagalan organ dan jika tidak diobati dapat mengakibatkan kematian.

Baca Juga  Julian Jacob Bongkar Keseruan Proses Syuting Series The One : Okezone Celebrity

Syok septik menyebabkan serangkaian komplikasi yang mengkhawatirkan termasuk pembekuan darah, pneumonia, kegagalan organ dan kondisi paru-paru ARDS, sindrom gangguan pernapasan akut.

Menurut Association of American Medical Colleges, Sepsis sangat sulit untuk dikenali dan didiagnosis, dan mempengaruhi sekitar 1,7 juta orang Amerika setiap tahunnya.



Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespons infeksi atau bakteri dan bekerja berlebihan, memicu serangkaian reaksi yang dapat menyebabkan kegagalan organ. Menurut laporan CDC, Sepsis adalah penyebab kematian paling umum ketiga di rumah sakit AS dan membunuh hampir 270.000 orang setiap tahunnya.

Meskipun mendiagnosis kondisi ini mungkin sulit, kondisi ini sering kali dapat diobati jika diketahui sejak dini dan pasien diberi antibiotik yang kuat. Untuk setiap jam seorang pasien septik tidak diberikan pengobatan, risiko kematian meningkat empat hingga sembilan persen.

Infeksi bakteri biasanya menjadi penyebabnya, tetapi virus seperti Covid dan flu yang tidak merespons antibiotik juga dapat menyebabkan sepsis. Gejalanya meliputi suhu tubuh yang sangat tinggi atau rendah, penurunan mental dan kebingungan, nyeri hebat, dan sesak napas.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *