Kisah Sultan Pajang Jatuh dari Gajah Ditungganginya Usai Kalah Perang di Mataram : Okezone Nasional

KERAJAAN Pajang akhirnya kalah perang usai kekuatan alam dikerahkan oleh Panembahan Senopati. Pasukan Pajang di bawah komando Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir, akhirnya mundur keluar dari wilayah Mataram. Benteng pertahanan mereka juga rusak usai disapu banjir bandang Kaliopak.

Saat perjalanan pulang kembali ke Pajang itulah Sultan Hadiwijaya hendak berziarah ke makam Sunan Tembayat. Namun pintu gerbang makam tak bisa dibuka, hingga dipanggillah sang juru kunci makam.

 BACA JUGA:

Ketika ditanya, kenapa pintu gerbang tidak bisa dibuka, padahal Kanjeng Sultan hendak berziarah. Sang juru kunci itu menjawab, itu pertanda Sultan Hadiwijaya sudah kehilangan pamornya sebagai raja, pertanda bahwa tahta kerajaan Pajang dicabut oleh Yang Maha Kuasa dari tangan Kanjeng Sultan.

Konon usai mendengar penjelasan itu sebagaimana dikutip dari “Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II”, sang Sultan Pajang ini semakin yakin bahwa benar apa yang dikatakan Sunan Giri, bahwa Mataram akan lahir sebagai kerajaan baru dan Pajang akan berakhir sebagai kerajaan.

BACA JUGA:

Kekuatan Mistis Bantu Adik Ipar Panembahan Senopati Bercinta dengan Putri Cantik Raja Pajang 

Beliau akhirnya tidur di kompleks pemakaman itu. Di malam itu Kanjeng Sultan merasakan tidur yang sangat nikmat. Hingga pada pagi harinya, beliau bersama pasukannya melanjutkan perjalanan ke Pajang.

Untuk menuju Pajang ini, Kanjeng Sultan naik gajah. Di tengah perjalanan beliau tiba-tiba jatuh dari atas gajah yang ditumpanginya. Peristiwa inilah yang membuat Kanjeng Sultan mengalami sakit sehingga beliau pun ditandu. Karena menggunakan tandu, maka perjalanan pasukan pajang ini semakin lambat.

Ketika mendengar bahwa Kanjeng Sultan kecelakaan di jalanan pulang menuju Pajang, Senopati kemudian mengajak empat puluh tentaranya untuk membuntuti rombongan Pajang yang membawa Kanjeng Sultan.



Baca Juga  Gempa M4,1 Guncang Daruba Maluku Utara : Okezone News


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Keberadaan pasukan Mataram ini pun diketahui oleh tentara Pajang. Pangeran Benawa pun melaporkan kepada Kanjeng Sultan ihwal keberadaan Senopati bersama empat puluh prajurit Mataram yang berada jauh di belakang pasukan Pajang. Pangeran Benawa kemudian meminta izin Kanjeng Sultan untuk menumpas prajurit Mataram itu, tetapi Kanjeng Sultan tidak mengizinkannya.

Sultan Pajang itu mengatakan bahwa Senopati bersama keempat puluh prajurit Mataram yang membuntutinya bukan untuk menyerang melainkan untuk mengantarkan Kanjeng Sultan ke Pajang. Itu pertanda bahwa Senopati masih hormat kepada Sultan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *