Dikenal Sakti Mandraguna, Inilah Sebagian Besar Mata Pencaharian Suku Dayak : Okezone Travel

MENGULIK mata pencaharian Suku Dayak menarik untuk diketahui. Adapun Suku Dayak merupakan sekelompok etnis yang tinggal di pedalaman Pulau Kalimantan.

Mengutip laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Suku Dayak merupakan keturunan dari imigran asal Provinsi Yunnan, China Selatan. Lebih tepatnya berada di Sungai Yang Tse Kiang, Sungai Mekong dan Sungai Menan.

Pada awalnya, kelompok ini menuju ke Semenanjung Malaysia hingga kemudian menyeberang menuju bagian utara Pulau Kalimantan.

Tentunya orang penasaran bagaimana mereka bertahan hidup di pedalaman hutan Kalimantan. Salah satunya mengenai mata pencahariannya.

Lantas apa mata pencaharian Suku Dayak? Dilansir dari berbagai sumber mereka bekerja sebagai, nelayan petani atau berburu dalam bertahan hidup.

Alasan orang Dayak memilih meladang dikarenakan pekerjaan ini membutuhkan banyak tenaga. Sehingga pengerjaannya dilakukan oleh kelompok yang biasanya berdasarkan hubungan tetangga atau kekerabatan. Jadi bisa dibilang sistem mata pencaharian.

(Foto: MPI/Novie Fauziah)

Sistem perladangan dilakukan dengan cara berotasi atau bergilir, merupakan budaya khas semua Suku Dayak. Sistem perladangan semacam itu mempunyai kearifan dan pengetahuan tersendiri, dalam hal pemeliharaan keseimbangan lingkungan.

Selain berladang, terutama pada saat menunggu waktu membuka lahan, Suku Dayak melakukan pekerjaan lain. Di antaranya adalah berburu, mencari hasil hutan, dan mencari ikan di sungai.

Sekilas asal-usul Suku Dayak

Mengutip laman Pustaka Borneo, di daerah Kalimantan Selatan, pernah berdiri sebuah kerajaan yang dibangun oleh orang dari Suku Dayak.

Dalam tradisi lisan, kerajaan ini disebut Nansarunai Usak Jawa dan diperkirakan berdiri pada kurun waktu 1309 hingga 1389. Arti dari nama itu adalah kerajaan Nansarunai yang telah dihancurkan Majapahit.


Follow Berita Okezone di Google News

Baca Juga  Jadwal Imsak dan waktu sholat bulan ini Desember 2023, daerah Jakarta dan sekitarnya


Akibat dari runtuhnya kerajaan Nansarunai tersebut, Suku Dayak Maanyan pada saat itu menjadi terpencar ke beberapa daerah. Beberapa diantaranya masuk ke daerah pedalaman wilayah Suku Dayak Lawangan.

Kemudian Suku Dayak kembali terpencar saat agama islam mulai masuk melalui para pedagang melayu yang berasal dari Kerajaan Demak sekitar tahun 1520.

Masuknya pengaruh ajaran islam membuat sebagian besar Suku Dayak dari beberapa daerah memeluk agama Islam dan melakukan akulturasi dengan kebudayaan Islam.

Orang Suku Dayak

(Foto: ANTARA)

Sebagian anggota Suku Dayak lain yang memilih tidak memeluk islam tetap teguh untuk berpedoman pada agama yang sejak lama mereka anut.

Kemudian mereka kembali menyusuri sungai, masuk ke pedalaman dan bermukim di beberapa daerah seperti Batang Labuan Amas, Batang Amandit, Margasari, Amuntai, Kayu Tangi, dan Batang Balangan.

Setelah banyak terbagi-bagi, saat ini Suku Dayak memiliki enam rumpun besar yang terdiri dari Punan, Apo Kayan, Klemantan, Ot Danum Ngaju, Murut, dan Iban. Ke seluruh rumpun ini terbagi di seluruh Pulau Kalimantan.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *