Bawaslu Selidiki Laporan Foto ASN dan Pj Wali Kota Bekasi Berpose Pakai Jersey 02 : Okezone Megapolitan

BEKASI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi akan memproses laporan yang dilayangkan oleh Gerakan Pemuda Marhaenis dengan nomor laporan 015/LP/PL/Kota/13.03/1/2024.




Diketahui, laporan tersebut atas dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pemilu 2024.

Koordinator divisi penanganan pelanggaran, Bawaslu Kota Bekasi, Muhammad Sodikin menyebut, usai pihaknya menggelar rapat pleno, laporan tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat formil dan materil.

Selanjutnya, Bawaslu akan bekerja selama 14 hari untuk menentukan posisi kasusnya apakah lanjut memenuhi unsur dugaan netralitas atau tidak.

“Maka terhitung hari ini, tadi kita seluruh pimpinan lengkap ber-lima sudah pleno, menentukan posisi kasusnya. Jadi kasus laporan dugaan netralitas ASN nomor 015 secara syarat formil dan materil telah terpenuhi,” kata Sodikin kepada wartawan, Kamis (4/1/2024).

Menurutnya, pihak terlapor dalam kasus tersebut yakni, Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhammad, Kasatpol PP Kota Bekasi, dan 10 Camat, dan Bank BJB selaku pihak sponsor. Mereka berpose dengan menggunakan Jersey bernomor 02 saat menggelar acara sepakbola.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Bawaslu juga akan memanggil terlebih dahulu yaitu pihak pelapor. Selanjutnya, barulah terlapor yang terang-terangan berpose dengan Jersey 02 akan diminta keterangan.

“Dalam laporan 015 ada 13 terlapor, dari 13 itu ada PJ (Walikota Bekasi), ada Bank BJB sebagai penyelenggara dan ada 10 camat, cuman nanti kita klarifikasi dulu pelapornya, ini masih tahap proses penyelidikan, proses klarifikasi,” ungkapnya.

Baca Juga  Gempa M4,7 Guncang Melonguane Sulawesi Utara : Okezone News

Dia menegaskan, ASN yang tidak bersikap kooperatif, akan dipanggil paksa oleh Bawaslu. “Kita kan bisa panggil paksa. Kalau 3 hari tidak kooperatif kita bisa panggil,” tegasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *