Akhirnya! Dua Oknum Guru SD yang Kepergok Siswanya Mesum Dipecat : Okezone News

GUNUNGKIDUL – Dua oknum guru SD di Kapanewon Tanjungsari Gunungkidul, EAB (37) dan BDNC (39) akhirnya dipecat oleh Bupati Sunaryanta. Kedua guru berstatus Pegawai dengan Perjanjian Kontrak (PPK) dianggap melanggar disiplin PNS.

Dua oknum guru tersebut terpergok oleh siswanya sendiri saat berbuat tak senonoh di ruang guru beberapa waktu lalu. Sebelum dipecat, dua oknum guru ini sempat dipindah ke Kapanewon lain. Namun salah satunya mendapat penolakan dari wali murid di tempatnya mengajar yang baru.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta akhirnya memutuskan memberhentikan keduanya dengan tidak hormat mulai hari Rabu (27/3/2024) ini. Dua oknum guru itu dipecat karena telah melanggar disiplin ASN. Kontrak dua oknum guru ini dihentikan karena pelanggaran disiplin tersebut.

“Hari ini ada dua orang yang saya pecat karena melakukan pelanggaran disiplin,” ujarnya usai pelaksanaan Rapat Koordinasi Pejabat di Ruang Handayani, Rabu (27/3/2024).

Sunaryanta menandaskan, semua tindakan bakal ada konsekuensinya. Dan dia bakal bertindak tegas terhadap anak buahnya yang melanggar. Oleh karena itu dia meminta jajaran di bawahnya untuk bekerja sesuai Tupoksi (Tugas, Pokok dan Fungsi) dan bekerja sesuai aturan.

Dia meminta anak buahnya untuk tidak bertingkah macam-macam terlebih hingga melanggar aturan. Karena konsekuensinya bakal mendapat tindakan tegas dari dirinya. Apa yang terjadi sehsrusnya menjadi pembelajaran bagi semua ASN.

“Semua tindakan akan ada konsekuensinya. Pokoknya jangan macam-macam, bekerjalah sesuai aturan,” tegasnya.





Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Baca Juga  7 Cara Mencegah Sembelit saat Liburan Nataru, Salah Satunya Perbanyak Asupan Serat : Okezone Lifestyle

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Iskandar mengatakan, pemecatan berlaku untuk dua guru SD berstatus PPPK di salah satu SD di Kapanewon Tanjungsari yang kedapatan melakukan tindakan asusila beberapa waktu lalu. Keputusan tersebut efektif berlaku mulai hari Rabu ini.

“Tadi pak bupati sudah memberhentikannya. Memutus kontraknya karena statusnya PPPK,” ujarnya.

Kebijakan itu diambil berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati. Di mana, pemecatan berlaku 15 hari setelah diterimanya surat pemecatan. Dan, apabila ada upaya merasa keberatan itu bisa mengajukan keberatan 14 hari setelah diterima.

Sementara itu, Kepala Bidang Status, Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai BKPPD Gunungkidul, Sunawan mengatakan, proses pemecatan dilakukan sudah sesuai aturan mulai dari laporan dari dinas terkait, BKKPD, hingga rekomendasi dari Bupati.

“Jadi sesuai keputusan Bupati hari ini diputuskan untuk memutuskan hubungan kerja kedua PPPK tersebut,”urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tanggal 16 Januari 2024 lalu dua oknum guru ini terpergok berbuat mesum di ruang guru oleh 3 orang siswa. Saat itu, kebetulan jam pelajaran ekstra kurikuler karawitan tengah berlangsung di ruang lain.

Kebetulan saat pelajaran dimulai, hujan deras melanda kawasan tersebut. Khawatir hujan berlangsung lama, guru pengampu ekstra karawitan kemudian menghentikan pelajarannya. Para siswa meminta guru untuk menghubungi orangtuanya agar segera dijemput.

Karena guru pengampu tidak memiliki nomor telepon orangtua siswa maka meminta siswanya untuk mencari EAB yang merupakan wali kelas. 3 siswa kemudian mendatangi ruang guru dan mendapati dua oknum guru ini bertindak cabul. Peristiwa ini kemudian diceritakan kepada orangtua siswa.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *