7 Fakta Polwan Bakar Suaminya, Pelaku Terindikasi Alami Baby Blues Syndrome : Okezone Nasional

POLWAN pelaku pembakaran suaminya yang juga anggota polri di Asrama Polisi Mojokerto, akhirnya ditetapkan tersangka. Polwan berinisial Briptu FN, ini dinyatakan bersalah dari hasil penyelidikan dan gelar perkara oleh tim Unit V Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur.

Sejumlah fakta baru menarik dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan berhasil dirangkum oleh MPI.

1. Pelaku sempat bawa sendiri suaminya ke rumah sakit

 

Usai membakar hidup-hidup suaminya berinisial Briptu RDW, Briptu FN sempat mengantarkan suaminya ke Rumah Sakit (RS) dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Bahkan Briptu FN disebut Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Dirmanto sempat meminta maaf ke suaminya, ketika mendapatkan perawatan medis.

“Jadi FN ini juga memiliki tanggung jawab yang besar ya untuk menolong yang bersangkutan dan dibantu beberapa tetangga. Sesampainya di rumah sakit, FN meminta maaf kepada suami atas perilakunya,” kata Dirmanto, dikonfirmasi wartawan.

2. Pelaku juga alami trauma

 

Usai membakar suaminya hidup-hidup, Briptu FN disebut juga mengalami trauma. Oleh karenanya kasus KDRT sesama anggota polri ini diambil alih oleh Polda Jawa Timur, dan pelaku diberikan pendampingan psikiater.

“Kami libatkan psikiater untuk menangani kasus ini. Sekarang sudah ditahan, sekarang ditangani Renakta. Karena lagi trauma beliau ya, jadi ada perlakuan khusus kepada yang bersangkutan,” kata Dirmanto.





Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

3. Pelaku diduga alami baby blues

Baca Juga  Sewa laptop murah di Tangerang terkini

 

Briptu FN, diduga mengalami gejala emosi yang labil pasca melahirkan. Hal ini terungkap karena ternyata Briptu FN, baru saja melahirkan dua anak kembar dari pernikahannya dengan suaminya Briptu RDW.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Dirmanto mengakui, bahwa Briptu FN baru saja melahirkan dua anak berusia tiga bulan. “FN ini kan memiliki 3 anak yang masih kecil, yang pertama itu umur 2 tahun, yang kedua itu umur 4 bulan,” ucapnya.

Berdasarkan beberapa literasi ilmiah baby blues syndrome yang dikutip dari berbagai sumber, memiliki ciri-ciri kelelahan sehingga membuat ibu tidak mampu mengurus diri sendiri, merasa mudah tersinggung, mudah marah, dan cemas.

Kemudian mudah mengalami sedih, kemurungan, kecemasan, mudah menangis, kehilangan selera makan, sulit tidur, merasa kewalahan dengan tugas bayi, hingga kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan.

Hal ini diduga menjadi pemicu tambahan, apalagi diketahui suaminya diduga menggunakan uang belanja untuk judi online.

4. Pelaku berusaha memadamkan api sendiri

 

Setelah menyiram bensin hingga suaminya terbakar, pelaku berusaha untuk menolong korban. Bahkan akibat kejadian itu tubuh terduga pelaku juga terkena sambaran api yang membakar tubuh Briptu Rian Dwi, hingga beberapa bagian tubuhnya juga terluka.

“Di mana tersangka ini juga mengalami luka-luka terbakar di beberapa bagian tubuhnya,” kata Dirmanto kembali.

Dirmanto menambahkan, Briptu FN yang ditetapkan sebagai tersangka mengalami luka bakar di bagian tangan kakan dan tangan kirinya. Luka itu akibat sambaran api ketika berusaha memadamkan kobaran dari tubuh suaminya.

“Di tangan sebelah kanan dan sebelah kiri, lalu beberapa bagian tubuh lainnya juga terbakar,” ujarnya.

 

5. Dua saksi ahli diperiksa

 

Polda Jawa Timur masih mendalami peristiwa pembakaran suami oleh istrinya sendiri yang keduanya merupakan anggota Polri. Tim dari Unit V Renakta Ditreskrimum Polda Jatim telah memintai keterangan lima orang.

Baca Juga  Skema Power Wheeling di RUU EBET Jadi Diterapkan? : Okezone Economy

“Saat ini ada 5 saksi (yang diperiksa dan dimintai keterangan),” ujar Dirmanto.

Meski demikian, Dirmanto tak menyebutkan siapa saja lima orang yang telah dimintai keterangan oleh tim dari Unit V Renakta Polda Jawa Timur ini. Tetapi pihaknya memastikan telah memintai keterangan dua saksi ahli.

“Ada dua ahli yakni ahli psikologi forensik dan psikiater sudah dimintai keterangan,” tuturnya.

 

6. Briptu FN ditempatkan di ruang khusus

 

 

 

Briptu FN, pelaku pembakaran Briptu RDW, suaminya sendiri resmi ditetapkan tersangka dan ditahan oleh Polda Jawa Timur. Tapi penahanan Briptu FN dilakukan di ruang khusus karena pelaku memiliki tiga orang anak, dua di antaranya masih bayi berusia empat bulan.

“Dilakukan penahanan terhadap tersangka di ruang tahanan Polda Jatim. Ditempatkan di pusat pelayanan terpadu Polda Jatim,” paparnya.

“Tapi mengingat tersangka memiliki tiga anak balita yang harus dirawat sehingga ada hak khusus anak di situ sesuai dengan Undang-Undang,” tambah Dirmanto.

 

7. Pelaku terancam 15 tahun penjara

 

Berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara yang dilaksanakan, Briptu FN terancam pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pelaku dengan tiga orang anak ini terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Hasil gelar perkara juga menyatakan penerapan pasal dari kejadian ini yakni pasal 44 ayat (3) subsider ayat 2 UU nomor 23/2004 tentang KDRT. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” terang Dirmanto.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *